SAUNG BALONG TEMU STAKEHOLDER PESANTREN

Temu Stakeholder Pesantren Dago Bandung

PP Saung Balong Al Barokah mewakili 8 Pesantren se-Jawa Barat, menghadiri acara Temu Stakeholder Pesantren, dengan tema “Mewujudkan Pesantren Salah Satu Pengerak Pemberdayaan Ekonomi yang Lebih Inklusif”, diselenggarakan  Pemerintah Daerah Jawa Barat, di Dago, Bandung, Jabar, Selasa (25/09/2017).

Stakeholder Meeting menghadirkan, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan,  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato. Sementara itu, perwakilan dari PP Saung Balong adalah KH. Khoeruman dan Surya Darma Batubara.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai pondok pesantren tak lagi sekadar sebagai tempat memperdalam ilmu agama dan pendidikan semata, tetapi, ada potensi besar dari aspek ekonomi yang dapat dikembangkan, terutama sektor pertanian. “Hal ini menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk bersinergi dengan pondok pesantren untuk meningkatkan sektor pertanian di tanah air,” kata Mentan.

Khoeruman sebagai perwakilan dari PP Saung Balong Al Barokah-Majaleng berkesempatan untuk menyampaikan pendapatnya , Inisiatif Bank Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan ini untuk mewujudkan Pesantren Sebagai Salah Satu Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang Lebih Inklusif, sangatlah tepat, “Karena pesantren sebagai salah satu aset bangsa, yang memiliki potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” katanya.

Surya Darma Batubara menambahkan, pembangunan tentu tak hanya fisik. akan tetapi juga membangun spiritual, membangun mental, membangun karakter, membangun etos kerja dan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mewujudkan terciptanya kesejahteraan masyarakat, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika.

Pimpinan PP Saung Balong Al Barokah-Majalengka  merupakan entrepreneur yang merintis seluruh unit bisnis Pondok Pesantren yang sampai saat ini alhamdulillah telah berdiri 8 unit bisnis dengan aset lebih dari Rp. 20 miliar. “Insya Allah dimasa mendatang, unit bisnis Pondok Pesantren Idrisiyyah akan terus bertambah, seiring dengan rintisan unit bisnis baru yang sedang dilakukan,” kata Surya Darma Batubara menutup penjelasannya.